SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI

BAB 3

SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI

I. Organisasi dan Sistem Informasi

Organisasi adalah strukur formal yang stabil dan formal yang mengambil sumber daya lingkungan dan memproses untuk menciptakan output.

Ciri-ciri Organisasi :

  1. Rutinitas dan Proses Produksi

Semua organisasi tersusun dari rutinitas dan perilaku individu, kumpulan yang membentuk proses bisnis. Sekumpulan proses bisnis membentuk perusahaan untuk memproduksi barang dan untuk merubah guna mencapai tingkat kinerja organisasi yang tinggi.

  1. Politik Organisasi

Orang-orang yang memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai sumber daya,

penghargaan, dan hukuman yang diberikan kepada baik karyawan maupun manajer di dalam setiap organisasi.

  1. Budaya Organisasi

Adalah seperangkat asumsi proses bisnis dalam menciptakan nilai dengan

kekuatan pengikat yang kuat yang menghambat konflik politik dan mendorong  yang sama, perjanjian pada prosedur, dan praktik yang umum.

  1. Lingkungan Organisasi

Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan memberi dan menerima.

Lingkungan membentuk apa yang dapat dilakukan organisasi, tetapi organisasi dapat mempengaruhi lingkungannya dan sekaligus memutuskan untuk mengubah lingkungan.

  1. Struktur Organisasi

Misal birokrasi professional, yaitu organisasi berbasis pengetahuan dimana

barang dan jasa bergantung pada keahlian dan pengetahuan professional. Contohnya seperti firma hukum, sistem sekolah, rumah sakit.

  1. Ciri lain organisasi

Bebarapa organisasi memiliki tujuan yang koersif, lainnya memiliki tujuan manfaat, lainnya lagi memiliki tujuan normatif dan perbedaan lain terletak pada tugas                                      yang dilakukan dan teknologi yang digunakan.

II. Bagaimana Sistem Informasi Mempengaruhi Organisasi dan Peusahaan

  1. Dampak Ekonomi

Ukuran perusahaan biasanya berkembang untuk mengurangi biaya transaksi. Teknologi informasi secara potensial mengurangi biaya pada ukuran tertentu, membuka kemungkinan pertumbuhan pendapatan tanpa menambah ukuran, atau bahkan pertumbuhan pendapatan yang disertai ukuran yang menyusut.

  1. Dampak Organisasi dan Perilaku

a)      Teknologi Informasi atau TI meratakan organisasi, yaitu perataan hierarki

dengan memperluas distribusi informasi untuk memberikan kekuatan kepada karyawan tingkat rendah dan meningkatkan efisiensi manajemen

b)      Organisasi pascaindustri, yaitu wewenang semakin bergantung kepada

pengetahuan dan kompetensi, dan tidak hanya pada posisi formal.

c)      Memahami penolakan organisasi terhadap perubahan.

Terdapat beberapa cara untuk memvisualisasikan penolakan organisasi yang saling berhubungan untuk membawa perubahan dengan mengubah teknologi, tugas, struktur, dan orang-orang secara bersamaan.

  1. Internet dan Organisasi

Internet meningkatkan aksesibiltas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi, dan untuk mengurangi biaya transaksi dan keagenan yang dihadapi kebanyakan organisasi.

  1. Implikasi Rancangan dan Pemahaman Sistem Informasi

Faktor organisasi utama yang harus dipertimbangkan saat merencanakan sistem baru adalah sebagai berikut :

  • Lingkungan dimana organisasi berfungsi
  • Struktur organisasi : hierarki, spesialisasi, rutinitas, proses bisnis
  • Budaya dan politik organisasi
  • Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan
  • Kelompok kepentingan utama yang dipengaruhi oleh sistem dan sikap dari karyawan yang akan menggunakan sistem
  • Jenis tugas, keputusan dan proses bisnis dimana sistem info dirancang untuk membantunya.

III. Menggunakan Sistem Informasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif

Model Daya Kompetitif PORTER adalah mengenai lingkungan bisnis umum perusahaan dalam membentuk nasib perusahaan :

  1. Pesaing traditional
  2. Pemain baru di pasar
  3. Produk dan jasa pengganti
  4. Pelanggan
  5. Pemasok

Strategi Sistem Informasi untuk Berhubungan dengan Daya Kompetitif :

  1. Kepemimpinan harga rendah, yaitu untuk membuat produk dan jasa pada harga yang lebih rendah dari pesaing dengan peningkatan kualitas dan pelayanan
  2. Diferensiasi produk, yaitu menggunakan sistem informasi untuk membedakan produk dan jasa baru
  3. Berfokus pada peluang pasar, yaitu untuk memungkinkan strategi fokus pada peluang pasar, spesilisasi
  4. Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok, yaitu untuk mengembangkan hubungan kuat dan kesetian pelanggan dan pemasok.

Model Rantai Nilai Bisnis

yaitu menekankan aktivitas khusus pada bisnis dimana strategi kompetitif dapat diterapkan dengan baik dimana sistem informasi paling mungkin memiliki dampak strategis.

* Aktivitas rantai nilai bisnis ini digolongkan sebagai berikut :

  1. Aktivitas utama : terkait langsung dengan produksi dan distribusi produk dan jasa yang menciptakan nilai bagi pelanggan
  2. Aktivits pendukung : membuat pengirman aktivitas utama dapat terjadi terdiri atas infrastruktur organisasi, SDM, tekhnologi dan pembelian

* Jaring Nilai

adalah sekumpulan perusahaan independent menggunakan Teknologi Informasi untuk mengkoordinasikan rantai nilai mereka untuk memproduksi produk/ jasa untuk pasar secara kolektif.

Keuntungan strategis untuk menghubungkan rantai nilai akan membangun suatu sistem antara pemaok, mitra yang strategis dan pelanggan :

  1. memudahkan pemasok untuk menampilkan barang dan membuka toko pada situs
  2. Memudahkan pelanggan untuk membayar hutang
  3. Mengembangkan siatem yang mengkoordinasikan pengiriman barang kepada pelanggan
  4. Mengembangkan sistem pelacakan pengiriman kepada pelanggan.

* Sinergi, Kompetensi inti, dan Strategi berdasarkan Jaringan

Sinergi adalah pengikat pengikat operasi unit bisnis yang terpisah agar bertindak sebagai kesatuan untuk mengurangi baiay dan menghasilkan keuntungan.

Kompetensi Inti adalah aktivitas perusahaan kelas dunia mengenai pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman bertahun-tahun untuk mendorong atau meningkatkan kompetensi yang ada.

Strategi berdasarkan Jaringan adalah situs yang digunakan perusahaan untuk membangun komunitas kesetiaan pelanggan, kesenangan, dan membangun ikatan unik pada pelanggan.

IV. Menggunakan Sistem untuk Keunggulan Kompetitif : Permasalahan

Manajemen

1. Mempertahankan Keunggulan Kompetitif

Sisten strategis keunggulan kompetitif tidak selalu bertahan cukup lama untuk memastikan profitabilitas jangka panjang. Setiap perusahaan membutuhkan sistem informasi yang bertahan lama dalam bisnis untuk keberhasilan di masa depan.

2. Melakukan Analisis Sistem Strategis

Dengan menggunakan sistem informasi, manajer harus menanyakan hal berikut :

a. Bagaimana struktur industri dimana perusahaan terletak?

b. Bagaimana rantai nilai bisnis, perusahaan, dan industri untuk perusahaan ini?

3. Mengelola Perubahan Strategis

Perubahan ini mempengaruhi elemen sosial maupun elemen teknis organisasi , yang diikuti mengaburnya batasan organisasi, baik eksternal maupun internal.

V. Praktik Aplikasi SIM

1. Menganalisis Strategi Kompetitif

2. Meningkatkan Pembuatan Keputusan, menggunakan Basis Data untuk

Menjelaskan Strategi Bisnis

3. Menigkatkan Pembuatan Keputusan, menggunakan Peralatan Web untuk

Menyusun dan Menetapkan Harga

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: